Jumat, 01 April 2011

Buku sejarah


Kebetulan buku karya istri selesai dicetak. Karena diterbitkan sendiri jadi jualnya pun kami lakukan sendiri. Disini saya berikan kesimpulan yang juga saya copas dari buku.
Pada masa feodal militer memberi warna dominan dalam kehidupan pemerintahan. Marc Block mengatakan bahwa ikatan yang berlaku dalam sistem feodal adalah ikatan antara penguasa dengan fasal. Kedudukan seorang raja dalam struktur sosial politik di Jawa merupakan penguasa tertinggi yang mutlak dan tidak terpencar. Keraton Yogyakarta merupakan kerajaan baru yang harus dijaga kestabilannya. Sebagai seorang raja, Sultan Hamengku Buwana I harus menguasai segala kehidupan negara, menjaga ketentraman, dan ketertiban kerajaan. Raja membutuhkan kekuatan militer untuk mencapai tujuan tersebut. Militer digunakan raja untuk mengamankan space politiknya dari ancaman konflik dan kekacauan. Kekuatan militer terus dipertahankan bahkan ditingkatkan selama kekuasaan masih menjadi tujuan utama.
Beberapa alasan militer memiliki peranan penting salah satunya adalah kondisi georafis wilayah. Wilayah Keraton Yogyakarta yang terpencar dan tumpang tindih dengan wilayah Keraton Surakarta memberi peluang besar bagi siapapun untuk melakukan tindakan yang mengancam eksistensi kerajaan. Raja membutuhkan institusi keamanan untuk mengawasi dan mengontrol wilayah. 
Rabu, 30 Maret 2011

Kecerdasan anak

Sudah jam 12 malam lewat, kebetulan sikecil barusan bangun dari tidur malamnya dan baru saja tidur lagi. Beberapa hari ini dirumah beberapa kali membicarkan tentang kecerdasan anak, karena kebetulan keponakan menjadi guru privat dan memiliki siswa yang mempunyai masalah dengan pelajaran dikelasnya dan cara mendidik orang tua yang dianggap kurang tepat.
Membicarakan tentang kecerdasan anak memang topik yang menarik. Secara umum saya yakin semua orang tua ingin memiliki anak yang cerdas disekolah. Karena suka atau tidak inilah tolok ukur sebagian besar masyarakat kita tentang kecerdasan. Anak dianggap cerdas ketika dia memiliki prestasi akademik disekolah atau dilevel yang lebih tinggi, terutama lagi dibidang mata pelajaran Matematika dan IPA.

Kamis, 04 November 2010

Taman kanak-kanak atau sekolah kanak-kanak

Ketika mendengar TK tentunya yang terbayang dibenak anda dan saya adalah tempat anak-anak belajar melalui media permainan. Belajar tentunya juga jangan selalu diidentikan dengan belajar membaca, menulis, atau bahasa asing. Karena belajar itu begitu luas untuk dijabarkan. Tapi okelah belajar di TK kita identikkan dengan hal-hal diatas.
Saat memasuki pra TK atau TK anak berada dalam usia dini dimana kegiatan mereka masih banyak diisi dengan bermain. Kemampuan mereka untuk konsentrasipun masih sebentar. Perhatian mereka tentunya juga lebih mudah teralihkan. Disisi lain kondisi saat ini mereka dituntut untuk menyelesaikan materi sesuai kurikulum yang telah ditentukan meliputi berbagai macam ketrampilan dari membaca, menulis, berhitung dan bahkan pada beberapa sekolah menambah dengan bahasa asing yang kadang tidak hanya satu, dan kemampuan lainnya.
Jumat, 22 Oktober 2010

Guru BP, tempat konsultasi atau bagian ngasih sanksi

Masih ingat waktu dulu sekolah di SMP dan SMA. TIap satu minggu ada satu jam pelajaran untuk guru BP. Waktu SMP tiap kali guru BP masuk biasanya ada satu buku besar yang dibagikan dan biasanya kami disuruh untuk untuk menyelesaikan beberapa pertanyaan pada satu bab tertentu. Hanya saja berbeda dengan pelajaran lainnya tentu, kalau menyelesaikan tugas guru BP gak perlu belajar dulu karena pertanyaannya biasanya seputar tujuan kita nantinya setelah lulus sekolah.
Itu satu sisi, sisi lain guru BP waktu itu yang saya rasakan lebih banyak ngasih sanksi kalau ada siswa yang melanggar aturan sekolah misal rambut siswa laki-laki yang agak panjang, bolos dll. Waktu SMA peran ini diperkuat oleh satu institusi sekolah bernama STP2K cuma dah lupa kepanjangannya apa.
Itu memori saya tentang guru BP jaman saya sekolah dulu. Sayapun pernah merasakan orang tua saya

Cara jitu mempersiapkan akreditasi sekolah

Anda pernah terlibat dalam persiapan menghadapi akreditasi sekolah? Jika ya, silahkan jawab pertanyaan saya tentang persiapan yang dilakukan disekolah anda menghadapi asesor yang akan datang. Apakah sekolah anda cukup santai dalam mempersiapkan kedatangan asesor karena semua sudah tertata secara rapi atau anda dan team disekolah menjadi seperti diberi beban yang begitu berat karena banyaknya agenda persiapan termasuk banyaknya dokumen yang harus dipersiapkan sehingga anda terpaksa setiap hari pulang telat atau bahkan harus lembur sampai malam?
Anda tentu lebih senang dengan kondisi yang pertama? Pertanyaannya mungkinkah itu anda dan sekolah anda lakukan? Jawabannnya BISA.

Pintar dan bodoh versi Bob Sadino

Maaf sebelumnya buat semua, artikelnya repost. Saya posting karena unik. Selamat membaca
Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya
Miskin Keberanian untuk memulai –Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa ? Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.
Telalu Pandai Menganalisis –Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.